Saraf Tulang Belakang :
Jalur Komunikasi Penting antara Otak dan Tubuh

Saraf tulang belakang adalah bagian dari sistem saraf pusat yang berperan dalam menghantarkan sinyal sensorik dan motorik antara otak dan tubuh. Saraf ini berada dalam kanal tulang belakang yang terbentuk oleh tulang-tulang vertebra dan dilindungi oleh cairan serebrospinal serta meninges (lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang).

Apa itu saraf tulang belakang?

Saraf tulang belakang (spinal) adalah bagian dari sistem saraf perifer yang berasal dari sumsum tulang belakang (medulla spinalis) dan berfungsi untuk menghubungkan otak dengan seluruh tubuh. Saraf ini berperan dalam mengoordinasikan pergerakan, refleks, serta mengirimkan informasi sensorik dan motorik antara tubuh dan otak.

Anatomi dan Struktur Saraf Tulang Belakang

Jumlah dan Pembagian Saraf Tulang Belakang
Terdapat 31 pasang saraf spinal yang keluar dari sumsum tulang belakang, yang terdiri dari:

8 pasang saraf leher (servikal) → C1–C8

  • C1, C2, dan C3: Membantu mengendalikan gerakan kepala dan leher, termasuk gerakan maju, mundur, dan ke samping. Saraf C2 memberikan sensasi pada bagian atas kepala. Sementara itu, saraf C3 memberikan sensasi pada sisi wajah dan belakang kepala.
  • C4: Membantu mengontrol gerakan bahu ke atas dan diafragma. Saraf C4 memberikan sensasi pada bagian leher, bahu, dan lengan atas.
  • C5: Membantu mengontrol otot deltoid (otot pembentuk struktur bulat pada bahu) dan bisep. Saraf C5 memberikan sensasi di area lengan atas hingga ke siku.
  • C6: Membantu mengontrol otot ekstensor pergelangan tangan dan bisep. Saraf C6 memberikan sensasi pada sisi ibu jari dari lengan bawah dan tangan.
  • C7: Membantu mengontrol trisep dan otot ekstensor pergelangan tangan. Saraf C7 memberikan sensasi ke bagian belakang lengan hingga ke jari tengah.
  • C8: Membantu mengendalikan tangan dan memberikan sensasi ke sisi jari kelingking dan lengan bawah.

12 pasang saraf dada (torakal) → T1–T12

  • T1 dan T2: Mempersarafi bagian atas dada, lengan, dan tangan. Saraf T1 merupakan bagian dari pleksus brakialis yang membawa sinyal motorik dan sensorik dari sumsum tulang belakang ke lengan dan tangan.
  • T3, T4, dan T5: Mempersarafi bagian dinding dada dan membantu mengendalikan proses pernapasan.
  • T6, T7, dan T8: Mempersarafi bagian dada, kemudian turun ke perut.
  • T9, T10, T11, dan T12: Mempersarafi bagian perut dan punggung bagian bawah.
  • Saraf T6–T12 bersama dengan otot membantu mengendalikan keseimbangan dan postur tubuh, serta terlibat dalam proses batuk.

5 pasang saraf pinggang (lumbal) → L1–L5

  • L1: Memberikan sensasi pada area selangkangan dan alat kelamin, serta membantu menggerakkan otot pinggul.
  • L2, L3, dan L4: Memberikan sensasi ke bagian depan paha dan sisi dalam kaki bagian bawah, serta mengendalikan gerakan otot pinggul dan lutut.
  • L5: Memberikan sensasi di sisi luar kaki bagian bawah, kaki bagian atas, dan ruang antar jari kaki pertama dan kedua. Saraf ini juga membantu mengontrol gerakan pinggul, lutut, kaki, dan jari kaki.

5 pasang saraf sakral → S1–S5

  • S1: Mempersarafi bagian pinggul dan area selangkangan.
  • S2: Mempersarafi bagian belakang paha.
  • S3: Mempersarafi area medial dari bokong.
  • S4 dan S5: Mempersarafi area perineum.

1 pasang saraf ekor (koksigeal) → Co1. Lokasinya berada di tulang ekor atau koksigeal (coccyx). Bagian saraf ini berfungsi untuk mempersarafi kulit di bagian atas coccyx atau tulang ekor.

Komponen Saraf Tulang Belakang

  • Akar Dorsal (Akar Sensorik): Membawa informasi sensorik dari tubuh ke otak, seperti sentuhan, nyeri, dan suhu.
  • Akar Ventral (Akar Motorik): Menghantarkan perintah dari otak ke otot untuk menggerakkan tubuh.

Fungsi Saraf Tulang Belakang

  • Fungsi Sensorik: Mengirimkan sinyal dari kulit, otot, dan organ ke otak.
  • Fungsi Motorik: Mengontrol pergerakan otot melalui impuls dari otak.
  • Fungsi Refleks: Mengatur gerakan refleks tanpa melibatkan otak secara langsung (misalnya refleks lutut saat dipukul).

Gangguan pada saraf tulang belakang

Saraf tulang belakang rentan mengalami gangguan yang memengaruhi fungsi sensorik, motorik, dan refleks. Penyebabnya meliputi cedera, infeksi, penyakit degeneratif, atau kelainan bawaan. Berikut beberapa gangguan medis yang bisa terjadi pada saraf tulang belakang:

  • Compressive neuropathy : kondisi ketika saraf tulang belakang tertekan oleh tulang atau ligamen yang bergeser. Hal ini disebabkan karena saraf tersebut keluar dari sumsum tulang belakang. Tekanan ini menghambat fungsi saraf, menyebabkan nyeri, kesemutan, kelemahan, atau bahkan kehilangan fungsi sensorik dan motorik.
  • Hernia Diskus atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah kondisi di mana bantalan lunak (diskus) yang berada di antara tulang belakang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya (saraf terjepit).
  • Sindrom Cauda Equina (CES) adalah kondisi neurologis serius yang terjadi ketika sekumpulan saraf di ujung bawah sumsum tulang belakang, yang disebut cauda equina, mengalami kompresi atau kerusakan. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis karena dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.